07 November 2016

Cara Kerja Charger Handphone Wireless Serta Kelebihan dan Kekurangannya




cara kerja charger wireless













HP tersebut menggunakan sistem induksi elektromagnetik untuk memindahkan energi listrik dari unit charger menuju unit charger pada HP, dalam unit charger terdapat sebuah induktor yang bertugas merubah energi listrik menjadi energi magnetik. Energi tersebut kemudian ditangkap oleh sebuah induktor lain yang berada pada HP untuk dirubah kembali menjadi listrik dengan regulasi dan pengaturan voltase sebelum masuk ke dalam baterai.

Kelebihan Charger HP Wireless
Kemajuan dalam bidang wireless lihat video pembuatan charger wireless tidak hanya dari segi transfer data. Bahkan saat ini pengisian baterai pun telah dapat dilakukan tanpa kabel. Hanya dengan meletakkan HP ke atas unit wireless charger, HP anda akan langsung terisi baterai seara otomatis. Kelebihan charger jenis ini terletak pada beberapa hal yaitu:

  1. Tidak perlu menghubungkan kabel dan colokan USB ke HP, sehingga lebih cepat.
  2. Terhindar dari kerusakan konektor USB karena sering dipergunakan untuk mengisi baterai.
  3.  Lebih hemat kabel charger akibat kerusakan USB mini pada bagian pengisian.
  4. Praktis karna dapat menghentikan charging saat HP berbunyi dengan hanya menjauhkan dari charger dan mengisi kembali baterai setelah selesai menggunakan HP terutama pada jenis baterai lithium.
  5. Compatible untuk semua jenis HP karna tidak memerlukan colokan yang bermacam-macam.
  6. Dapat ditempatkan diberbagai tempat umum seperti Airport, Cafe, restoran dan mall untuk umum tanpa perlu menyediakan berbagai macam charger dengan colokan berbeda untuk setiap merek.   
 
Kekurangan Charger Wireless

Charger wireless ternyata tidak se efisien charger kabel dalam hal efisiensi. Charger jenis ini lebih lama dalam mengisi baterai. Selain itu, penggunaan listrik juga lebih besar dari pada pengunaan pada jenis kabel. Hal ini disebabkan oleh karna sebagian energi dirumah menjadi panas. Jenis charger ini juga memiliki harga yang sedikit mahal karna mengandalkan teknologi yang lebih rumit dari pada charger umum. Charger wireless membuat HP anda tampak lebih tebal dan berat dibandingkan charger biasa. Unit charger umumnya ditempatkan dibelakang casing yang lebih tebal, sehingga membuat HP terasa lebih tebal dan berat.




   

27 Oktober 2016

Pengadaan Energi Listrik




Pembangkit
Sebagai Sumber Energi listrik yang antara lain berupa:
PLTA, PLTU, PLTN, PLTG, dan energi dari angin, Air dan sebagainya
Transmisi
Sebagai jaringan untuk menyalurkan energi listrik dari pembangkit ke beban atau ke jaringan distribusi (gardu-gardu Induk)
Distribusi
Sebagai jaringan yang menyalurkan energi listrik ke konsumen pemakai.

www.familysuryadarma.blogspot.co.id



















Yang dimaksud dengan sistem tenaga listrik adalah sekumpulan pusat listrik dan gardu induk (pusat beban) yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh jaringan transmisi dan distribusi sehingga merupakan sebuah satu kesatuan yang terinterkoneksi. Suatu sistem distribusi menhubungkan semua beban yang terpisah satu dengan yang lain kepada saluran transmisi. Hal ini terjadi pada gardu-gardu induk (subtation) dimana juga dilakukan transformasi tegangan dan fungsi-fungsi pemutusan (breaker) dan penghubung beban (switching).
Klasifikasi Sistem Tenaga Listrik
Tegangan pada generator biasanya berkisar di antara 13,8 kV dan 24 kV. Tetapi generator besar modern dibuat dengan tegangan bervariasi antara 18 kV dan 24 kV. Tegangan generator dinaikkan ke tingkat yang dipakai untuk transmisi, yaitu 115 kV dan 765 kV. Tegagan Tinggi standar (high voltage, HV standar) di luar negeri adalah 70 kV, 150 kV, dan 220 kV. Tegangan Tinggi-Ekstra standar (extra high voltage, HV standar) adalah 500 kV dan 700 kV.
Keuntungan transisi (transmisi capability) dengan tegangan lebih tinggi akan menjadi jelas jika kita melihat pada kemampuan transmisi suatu saluran transmisi. Kemampuan ini biasanya dinyatakan dalam Mega-Volt-Ampere (MVA.
Penurunan tegangan dari tingkat transmisi pertama-tama terjadi pada gardu induk bertenaga besar, dimana tegangan diturunkan kedaerah antara 70 kV dan 150 kV, sesuai dengan tegangan saluran transmisinya. Beberapa pelanggan yang memakai tenaga untuk keperluan industri sudah dapat dicatu dengan tegangan ini.
Penurunan tegangan berikutnya terjadi pada gardu distribusi primer, di mana tegangan diturunkan lagi menjadi 1 sampai 30 kV. Tegangan yang lazim digunakan pada gardu-gardu distribusi adalah 20.000 V (20 kV) antar-fasa atau 11.500 V (10 kV) antara fasa ke tanah. Tegangan ini biasanya dinyatakan sebagai 20.000 V/11.500 V. Sebagian besar beban untuk industri di catu dengan Distribusi primer, yang mencatu transformator distribusi. Transformator-transformator ini menyediakan tegangan Sekunder pada jaringan tegangan rendah Tiga-Fasa Empat-Kawat untuk pemakaian dirumah-rumah tempat tinggal. Standar tegangan rendah yang digunakan adalah 380 V antara fasa dan 220 V di antara masing-masing Fasa dengan Tanah, yang dinyatakan dengan 220/380 V.